roket kno3
Dunia peroketan amatir sudah tidak asing di bumi Indonesia ini, mulai
dari roket air sampai roket muatan. Setelah melihat peluncuran roket
di perlombaan roket air tingkat SMP, saya pun muncul rasa iseng untuk
membuatnya. Lagipula ini bukan seperti mainan anak ingusan, seperti
petasan atau roket kembang api yang hanya menyalakan langsung meledak.
Diperlukan ketelitian dan kecermatan untuk membuatnya.
Mula-mulanya saya membuat roket air dari botol aqua bekas, tapi lama-lama bosen juga sih. Rasanya kayak anak-anak, soalnya di luar negeri, roket air udah dipraktekan oleh anak-anak SD di sana. Setelah melihat video-video roket NASA dan LAPAN, akhirnya ada ide gila untuk membuat roket muatan. Setelah browsing di internet, ternyata bahan bakarnya KNO3 atau potassium nitrat dengan gula. Saya pun mulai meneliti KNO3, bahan-bahan yang mudah meledak, dan bisa meluncurkan beban dengan kuat. Setelah 4 bulan melakukan berbagai percobaan, akhirnya saya menemukan bahan bakar yang tepat untuk muatan roket.
Susahnya mencari KNO3 menjadi kendala yang cukup berarti bagi proyek ini, karena pembelian KNO3 harus ada izin dari kepolisian dan minimal pembelian 30 kg. Wah, 30 kg harganya 1.250.000 rupiah, mana ada saya uang segitu, lagipula 30 kg itu banyak banget, emangnya mau buat bom.. Toko-toko kimia di Bandung sudah saya kelilingi, tapi pasalnya mereka tidak berani menjual setelah kejadian bom Bali.
Karena penasaran, saya melakukan percobaan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar lalu dicampur-campurkan dengan bahan lain. Ya, saya sok tahu saja, asal campur yang penting berhasil, mulai dari lem super, urea, fruktosa, alkohol, dll.. Namun semuanya tidak membuahkan hasil.. Saya pun browsing lagi, dan saya menemukan NaNO3 sebagai pengganti KNO3. Tapi masalahnya saya butuh Amonium Nitrat, dan kendalanya sama yaitu memerlukan perizinan. Tapi saat itu, saya terus cari informasi di internet dan akhirnya menemukan tempat penjual bahan kimia itu ,yakni di toko pertanian.
Saat itu saya berhasil membuat Natrium Nitrat sebagai pengganti KNO3, setelah saya coba pada roket ternyata tekanannya kurang kuat. Saya pun mendapatkan instruksi cara-cara membuat KNO3, dan akhirnya saya pun berhasil membuat KNO3 dan berhasil diaplikasikan pada roket.
Mula-mulanya saya membuat roket air dari botol aqua bekas, tapi lama-lama bosen juga sih. Rasanya kayak anak-anak, soalnya di luar negeri, roket air udah dipraktekan oleh anak-anak SD di sana. Setelah melihat video-video roket NASA dan LAPAN, akhirnya ada ide gila untuk membuat roket muatan. Setelah browsing di internet, ternyata bahan bakarnya KNO3 atau potassium nitrat dengan gula. Saya pun mulai meneliti KNO3, bahan-bahan yang mudah meledak, dan bisa meluncurkan beban dengan kuat. Setelah 4 bulan melakukan berbagai percobaan, akhirnya saya menemukan bahan bakar yang tepat untuk muatan roket.
Susahnya mencari KNO3 menjadi kendala yang cukup berarti bagi proyek ini, karena pembelian KNO3 harus ada izin dari kepolisian dan minimal pembelian 30 kg. Wah, 30 kg harganya 1.250.000 rupiah, mana ada saya uang segitu, lagipula 30 kg itu banyak banget, emangnya mau buat bom.. Toko-toko kimia di Bandung sudah saya kelilingi, tapi pasalnya mereka tidak berani menjual setelah kejadian bom Bali.
Karena penasaran, saya melakukan percobaan dengan bahan-bahan yang mudah terbakar lalu dicampur-campurkan dengan bahan lain. Ya, saya sok tahu saja, asal campur yang penting berhasil, mulai dari lem super, urea, fruktosa, alkohol, dll.. Namun semuanya tidak membuahkan hasil.. Saya pun browsing lagi, dan saya menemukan NaNO3 sebagai pengganti KNO3. Tapi masalahnya saya butuh Amonium Nitrat, dan kendalanya sama yaitu memerlukan perizinan. Tapi saat itu, saya terus cari informasi di internet dan akhirnya menemukan tempat penjual bahan kimia itu ,yakni di toko pertanian.
Saat itu saya berhasil membuat Natrium Nitrat sebagai pengganti KNO3, setelah saya coba pada roket ternyata tekanannya kurang kuat. Saya pun mendapatkan instruksi cara-cara membuat KNO3, dan akhirnya saya pun berhasil membuat KNO3 dan berhasil diaplikasikan pada roket.